***
Legenda tentang Julia Legare adalah salah
satu dari kisah-kisah menyeramkan yang paling terkenal di Carolina Utara, ia
datang ke Edisto Island sekitar tahun 1852 untuk mengunjungi perkebunan
keluarganya. Sang gadis kecil memiliki liburan yang menyenangkan, namun sayang,
ia mengidap sebuah penyakit misterius.
Hari-hari berlalu, penyakit Julia makin
bertambah parah, sampai akhirnya, dia jatuh kolaps. Keluarganya berusaha
semaksimal mungkin untuk merawat Julia, namun pada saat itu, peralatan medis
tidak secanggih sekarang, mereka menunggu dan berharap Julia akan segera
sembuh, namun hal itu tak pernah terjadi.
Dokter keluarga datang untuk memeriksa
keadaan si gadis kecil, dan dengan berat hati ia harus menyampaikan sebuah kabar
duka, Julia telah meninggal. Si gadis dipakaikan gaun terbaik miliknya untuk
persiapan pemakaman, mereka ingin ini akan menjadi salam perpisahan terakhir
untuk Julia.
Waktu itu, ketika orang meninggal, mereka
tidak diberi cairan pembalsem untuk mengawetkan jasad, melainkan segera dikubur
untuk mencegah penyebaran virus.
Setelah pemakaman, mayat Julia dibawa dari
gereja menuju kuil milik keluarga, mereka meletakkannya disana lalu menyegel
pintu marmernya dan meninggalkannya dalam keadaan terkunci rapat.
Malam itu, para jemaat gereja mengira
mereka mendengar suara teriakan dan tangisan dari arah pekuburan tua, namun tak
ada satupun yang pernah mencaritahu sumber suara aneh tersebut.
15 tahun berlalu, seorang anggota keluarga
Legare lainnya meninggal dan kuil harus dibuka kembali untuk menyimpan
mayatnya.
Namun saat mereka membuka segel pintunya
dan melihat kedalam, mereka terkejut menemukan kerangka anak-anak meringkuk
dilantai, kedua tangannya menjulur seakan berusaha mencakar-cakar untuk mencari
jalan keluar dari sana.
Mereka begitu ketakutan saat menyadari
bahwa itu adalah Julia, ia masih hidup saat mereka menguncinya didalam makam
bertahun-tahun yang lalu, sang dokter pasti telah salah menyimpulkan, Julia
belum meninggal, tapi masih dalam keadaan koma. Dia mungkin ketakutan saat
bangun dan mendapati dirinya berada didalam makam, kemudian putus asa mencari
jalan keluar.
Julia yang malang kembali dimakamkan sekali
lagi dengan lebih layak, dan pintu kuil kembali disegel.
Esok harinya, kerabat si gadis kembali
untuk memberi penghormatan terakhir pada Julia, dan mereka menemukan bahwa
pintu kuil masih terbuka, mereka berfikir seseorang mungkin lupa menguncinya,
mereka menutupnya lagi dan beranjak pergi.
Beberapa minggu kemudian, pintunya terbuka
lagi, hal ini terus terjadi selama sekian dekade. Rantai dan gembok-gembok
besar sudah digunakan untuk menjaganya tetap terkunci rapat, namun suatu waktu
mereka akan menemukannya rusak dan pintu kuil terbuka lebar. Arwah Julia
sepertinya enggan membiarkan dirinya terkekang didalam sana.
Pengunjung sering datang ke Edisto Island
hingga saat ini, hanya untuk menjelajahi pekuburan kuno dan kuil yang tersohor.
Melihat-lihat kedalam makam masih
diperbolehkan, namun jangan pernah berfikir untuk menutup pintunya.
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar